Welcome to Our Blog

Minggu, 27 Juni 2010

Apa Makna Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Paling Bengkok?

Pertanyaan:

Disebutkan dalam sebuah hadits, “Berbuat baiklah kepada wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas,” dst. Mohon penjelasan makna hadits dan makna ‘tulang rusuk yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas’?

Jawaban:

Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di masing masing kitab Shahih mereka, dari Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.”
(HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”

Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.

Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, pasti dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.

“Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).”
(HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)

Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.

Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia berilmu dan bertaqwa, karena nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
(Qs. An-Najm:4)

Sumber:
Majmu Fatawa wa Maqadat Mutanawwi’ah juz 5 hall 300-301, Syaikh Ibn Baaz Fatwa fatwa Terkini Jilid 1 Bab Perlakuan Terhadap Istri penerbit Darul Haq

***
Artikel muslimah.or.id

Ratusan Warga Muslim Dibaptis Massal, Yayasan Mahanaim Bekasi Berulah Lagi


Ditulis oleh ahmad orphan di/pada Juni 25, 2010

BEKASI – Di tengah gencar-gencarnya ‘pembinaan kerukunan’ umat, kelompok Kristen Radikal Bekasi justru sibuk ‘memancing ketegangan’ antarumat beragama. Para misionaris Kristen Radikal Bekasi tak pernah berhenti melakukan sesuatu yang berpotensi menjadi gesekan antarumat beragama.

Belum usai kasus penodaan Abraham Felix yang menghina umat Islam dengan menginjak Al-Qur’an di SMA 5 Bekasi, muncul pelecehan agama bertajuk “Gerakan Menghabisi Islam” yang memasukkan Al-Qur’an ke dalam WC di blog Santo Bellarminus Bekasi. Sepekan kemudian kelompok Wong Christoper menginjak-injak kesabaran Muslim Bekasi dengan membuat formasi Pedang-Salib di pelataran Masjid Agung Bekasi dalam pawai Hari Pendidikan Nasional (2/5/2010).

Ketika polisi sedang sibuk mengusut berbagai kasus penodaan tersebut, kini muncul kasus yang jauh lebih dahsyat di Perumahan Kemang Pratama Regency. Ratusan warga Muslim di kawasan Senen, Jakarta Pusat ditipu dengan berbagai cara, lalu dibaptis di Perumahan Kemang Pratama Regency, Bekasi. Darah umat Islam makin mendidih dibuatnya!

Peristiwa yang berpotensi mengganggu bagi keharmonisan umat beragama ini terjadi Selasa siang, sekira pukul 13.30 WIB. Tiba-tiba tiga buah minibus Kopaja warna hijau parkir di ujung jalan Kumala 2. Ratusan penumpang yang kebanyakan wanita pun turun menuju rumah di blok L nomor 14, milik Hendry Leonardi Sutanto, Ketua Yayasan Mahanaim. Mereka terdiri dari beragam umur, dari anak-anak balita hingga nenek-nenek. Sebagian di antaranya adalah ibu-ibu yang berjilbab rapi.

Para ibu muslimah tetangga Hendry yang sudah lama mengendus aktivitas pemurtadan di lokasi tersebut segera mendatangi Samsul dan Bandi, security perumahan yang sedang piket di pos satpam.

“Ada apa ini pak kok banyak bis?” Syamsul menjawab, “Saya tidak tahu itu acara apaan. Setahu saya di rumah Pak Hendry sering ada acara Bu,” jawabnya singkat.

Tak puas dengan jawaban itu, para ibu muslimah perumahan elit itu meminta agar Syamsul agar melaporkan sekaligus menanyakan izin acara keramaian tersebut kepada ketua RT setempat.

Setengah jam kemudian satpam menelepon para ibu muslimah, “Assalamu’alaikum, lapor Bu. Saya sudah cek, di rumah Pak Hendry ada acara pembaptisan,” lapor Syamsul. “Malah sekarang nambah tiga bus lagi Bu, jadi ada enam bus bertuliskan Senen dan Daan Mogot,” tambahnya.

Setengah jam kemudian, beberapa ibu muslimah yang aktif di majelis taklim perumahan tersebut kembali mendatangi rumah Hendry, ternyata sudah sepi. Mereka pun mendatangi satpam. “Kok nggak ada pak, bus Kopajanya?” “Oh, sudah selesai Bu, acara pembaptisannya,” jawab Syamsul ramah.

Mendengar keterangan itu, para ibu muslimah balik pulang ke rumah masing-masing. Baru lima belas menit sampai di rumah, satpam kembali menelepon ibu-ibu muslimah. “Assalamu’alaikum. Lapor Bu, sekarang ada delapan bus lagi,” lapor satpam. “Wa’alaikum salam pak. Tolong dicari tahu, mereka dari mana?” jawab seorang ibu muslimah. “Sudah saya tanya bu, koordinator rombongannya menjawab dari Yayasan Mahanaim. Semua informasi sudah saya laporkan kepada Wakil Ketua RT. Kata Wakil Ketua RT acara tersebut tidak ada izinnya Bu,” jelas Syamsul.

Tak mau kecolongan kedua kalinya, para ibu muslimah langsung menghubungi para pengurus masjid. Tak membuang-buang waktu, usai shalat ashar, Ustadz Ikhlas Bahar dan jamaah Masjid Baitul Jihad Kemang Pratama 2 pun menggeruduk rumah beralamat di Perumahan Kemang Pratama Regency, Jalan Kumala 2 blok L nomor 14 milik Hendry.

Di lokasi sudah ada delapan bus Kopaja terparkir di pinggir jalan. Para pengurus masjid segera masuk ke rumah Hendry yang digunakan sebagai tempat pembaptisan massal. Pemilik rumah tidak mengaku acara tersebut sebagai pembaptisan.

Acara pembaptisan pun jadi kacau-balau. Beberapa orang yang baru masuk kolam renang kembali keluar dari kolam renang. Prosesi acara yang baru dimulai pun gagal dilaksanakan.

Ibu-ibu wanita yang diinterogasi pengurus masjid mengaku berasal dari kawasan Senen dan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.

Ikhlas terus mencari tahu kebenaran informasi pembaptisan di rumah itu. Ia pun mencurigai seorang pemuda berkacamata yang membawa tas dan mengenakan kaos biru. Sejak kedatangan para pengurus masjid, pria tak dikenal ini begitu sibuk menelepon ke sana kemari. Pria yang kaosnya bertuliskan “Berbagi Bahagia” ini dicecar berbagai pertanyaan oleh para pengurus masjid, namun selalu menjawab dengan kalimat yang berbelit-belit.

Andreas mengadakan bahwa dia sedang mengadakan bimbingan tes dan bimbingan belajar dari kelompok studi Bimbingan Belajar Pelangi. Materi yang diajarkan adalah matematika dan bahasa Inggris.

Jawaban ini membuat warga makin tak percaya. Terlihat jelas bahwa Andreas berbohong dan mengada-ada, karena massa yang didatangkan itu terdiri dari anak-anak balita, anak-anak SD, ibu-ibu, bapak-bapak dan nenek-nenek. “Mana ada nenek-nenek ikut bimbingan tes matematika?” tukas Sulaiman Ahmad, pengurus Yayasan Babut Taubah Al-Insani Kemang Pratama 1.

Warga perumahan makin kesal, karena acara yang melibatkan ratusan massa yang bercampur baur dari anak-anak kecil, nenek-nenek, ibu-ibu dan bapak-bapak itu tak diadakan secara diam-diam tanpa melapor kepada RT dan RW.

Karena kesal, dengan nada keras para pengurus masjid dan warga sekitar menanyakan KTP sang pemuda. Setelah terdesak, ia pun mengaku bahwa dialah koordinator acara tersebut. Dari KTP sang pemuda, jelaslah bahwa sang pemuda adalah bukan warga Kemang Regency, melainkan orang dari luar perumahan. Tertera di KTP, ia bernama Andreas Dusly Sanau, lelaki Kristen kelahiran Tanjung Bara 2 Mei 1981 yang kini beralamat di Pondok Kopi RT 04/RW 04 Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ketika ditanya jumlah massa yang didatangkan, Andreas menjawab bahwa jumlah totalnya ada 350 orang, terdiri dari 100 anak-anak dan 250 orang dewasa. Jawaban Andreas ini dinilai kebohongan oleh para warga. Karena satu minibus Kopaja berkapasitas 30 orang. Berarti jumlah massa yang diangkut dalam 14 minibus adalah 420 orang.

Anehnya, setelah diinterogasi warga sekitar, Andreas buru-buru menyelinap ke dalam lalu berganti kaos. Ada apa dengan kaos berlogo “Berbagi Bahagia,” sehingga ia berganti kaos ketika hendak digelandang ke kantor polisi?

Seorang pembantu wanita di rumah Hendry menjelaskan, bahwa acara permandian di rumah itu sudah sering dilakukan. “Biasanya setelah renang itu kemudian dibaptis,” kata sang pembantu. Tapi rencana pembaptisan Selasa siang itu batal dilakukan, karena pendetanya belum datang, tapi sudah digerebek warga.

Tak lama kemudian, datanglah Ustadz Salimin Dani, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) Bekasi. Ia menjelaskan bahwa dari logo kaos yang bertuliskan “Berbagi Bahagia” adalah milik Yayasan Mahanaim. Bulan November 2008 lalu, Yayasan Mahanaim juga berulah di Bekasi dengan membuat acara tipuan berkedok “Bekasi Berbagi Bahagia” yang salah satu acaranya adalah pembaptisan terhadap umat Islam.

Untuk menghindari amukan warga, massa dipulangkan ke Jakarta dengan minibus masing-masing. Hendry dan Andreas, dua orang yang paling bertanggungjawab dalam acara pembaptisan, dibawa ke Polsek Bekasi Timur, kemudian dipindahkan ke Polres Metro Bekasi. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Ade Ary Syam Indradi ketika ditemui voa-islam.com tak berkomentar apapun soal kasus pembaptisan itu, karena hingga pukul 22.00 WIB, Hendry dan Andreas sedang menjalani pemeriksaan intens di Polres Metro Bekasi.

Selain itu, untuk keterangan lebih lanjut Polsek Bekasi Timur memintai keterangan kepada beberapa orang saksi mata kejadian, antara lain: Sulaiman Ahmad (Yayasan Baabu Taubah), Ikhlas Bahar (Masjid Baitul Jihad), Cecep Pramono (Wakil Ketua RT), Edi Kusnadi (tetangga Hendry), dan pembantu wanita Hendry.

Di mata warga, Hendry adalah sosok eksklusif yang tak pernah bergaul dengan warga sekitar. Menurut Adi, bendahara RT setempat, semenjak dua tahun tinggal di perumahan elit itu, Hendry tak pernah ikut dalam acara-acara RT baik rapat kegiatan sosial maupun acara-acara olahraga. Warga etnis China ini dikenal pendiam, sehingga tak ada warga yang tahu apa profesi dan aktivitas Hendry.

Dalam pantauan voa-islam.com, rumah dua lantai milik Hendry yang luasnya sekira 400 meter ini didesain sedemikian unik tak layaknya rumah tinggal. Lantai satu dibagi menjadi dua bagian, separoh dipakai sebagai ruang pertemuan, sedangkan sisanya terhampar kolam renang memanjang dari depan ke belakang. Kedua ruangan itu dipisahkan oleh kaca tembus pandang. Sedangkan lantai dua juga kosong, hanya ada meja dan kursi layaknya ruang pertemuan. [taz, ab, widi, adrian/voa-islam]

Dan Akhirnya Aktifis Perempuan Kemanusiaan Yahudi masuk Islam


Seorang aktivis kemanusiaan Yahudi asal Maroko, Thali Fahima, Senin 7 Juni, mengumumkan keislamannya di kota Umm Al Fahm, setelah melalui berbagai liku jalan dalam pencarian agama ini. Thali Fahima memilih untuk menyatakan keislamannya di kota Umm Al Fahm karena ia ingin menjelaskan bahwa yang mendorong ia masuk Islam adalah karena ia mengenal baik Asy Syaikh Raid Shalah, pemimpin gerakan Islam di Palestina 1948 yang sekarang diduduki Zionis.

“Ketika pertama kali saya bertemu dengan Syaikh Raid Shalah, saya merasakan dari dalam diri saya sesuatu yang mengguncang jiwa saya, meskipun ia belum mengucapkan sepatah kata pun. Akan tetapi pancaran raut wajahnya dan sikap rendah hatinya benar-benar mendorong saya untuk masuk Islam,” kata dia mengenang pertemuan itu.

Pernyataan keislamannya di Masjid Al Malsa dan disaksikan oleh Asy Syaikh Dr Raid Fathi, Asy Syaikh Yusuf Al Bazz serta imam Masjid Malsa, Asy Syaikh Taufik Yusuf dan Asy Syaikh Mustafa Ridha. Setelah Asy Syaikh Raid Fathi menjelaskan pokok-pokok ajaran Islam kepada Thali Fahima, ia pun beranjak untuk menjenguk Asy Syaikh Raid Shalah yang sedang dalam tahanan rumah oleh ‘pemerintah’ Zionis.

Ia menjenguk pemimpin gerakan Islam itu untuk memberitahukan keislamannya sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepadanya. Thali juga mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah Ta’ala yang telah mentakdirkannya mengenal Asy Syaikh Raid Shalah sebagai jalan baginya untuk menjemput hidayah teragung, yaitu Islam yang lurus.[sahabatal aqsha]

Piala Dunia 2010 Disuguhi Keramahan Muslim Afrika Selatan

Ditulis oleh ahmad orphan di/pada Juni 22, 2010

CAPE TOWN–Di antara para penggembira Piala Dunia 2010, terdapat 130 ribu Muslim. Di Afrika Selatan, mereka sungguh menjadi tamu yang dimuliakan: disambut oleh saudara mereka sesama Muslim di negeri ini. Kaum Muslim negara ini telah diminta untuk menyambut para tetamu, termasuk menginformasikan pengunjung tempat makan makanan halal dan masjid terdekat dengan stadion.

Di Cape Town, Muslim menyiapkan sambutan bagi pendukung Muslim dari Aljazair, yang bermain dengan Inggris di Cape Town pada hari Jumat, serta penggemar dari negara-negara seperti Nigeria, Ghana, Pantai Gading, dan Kamerun.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kita adalah komunitas yang damai dan tenang, terutama karena ada begitu banyak cerita tentang kejahatan dan kekerasan di Afrika Selatan, ” kata Fatima Allie, Muslimah yang terlibat dalam panitia penyelenggara lokal.

Hanya beberapa menit dari Stadion Green Point Cape Town, terdapat salah satu tempat tertua yang merupakan cikal bakal komunitas Muslim Afsel. Dibangun di sisi bukit, kawasan itu merupakan lingkungan padat bersejarah. Di antara barisan rumah-rumah, terselip masjid-masjid kecil dalam nuansa pastel cerah, dan dengan menara yang berdiri indah.

Sebuah pameran khusus di museum Bo-Kaap menawarkan informasi tentang sejarah Islam di Afrika Selatan serta tips praktis di mana untuk makan dan beribadah. Organisasi Muslim juga menyiapkan peta khusus untuk mereka. Atau bila tak mau repot, bisa mengklik situs web: www.samuslims2010.net untuk mendapatkan info yang diperlukan selama berada di Afsel.

“Kami ingin menunjukkan sejarah kami di sini dan juga menunjukkan kepada negara-negara Afrika lainnya bahwa meskipun kami minoritas, kami juga masih menjadi bagian dari Afrika,” kata Allie.

Gasant Emeran, seorang pensiunan guru dari Bo-Kaap, menyatakan keramahan adalah “kata kunci” bagi Muslim Afsel. Berabad-abad, mereka terbiasa hidup saling menenggang, juga dengan umat dari agama yang berbeda. “Masyarakat Muslim di sini sangat kohesif yang mengapa kami telah mampu mengorganisasikan diri kita seperti ini,” ujarnya.

Bagi mereka, agama adalah urusan manusia dengan Tuhan, sedang dengan sesama manusia, mereka adalah saudara.

Islam pertama kali tiba di Afrika Selatan ketika penjajah Belanda membawa budak dan buangan politik dari Indonesia dan Asia Tenggara ke negeri ini. Hari ini sekitar 1,5 persen dari populasi, atau 700 ribu lebih menganut agama Islam dan sisanya, 80 persen beragama Kristen.

“Saya pikir fans menyadari bahwa selama Piala Dunia orang mungkin akan menemukan hal-hal yang menentang prinsip mereka, tapi kami tentunya tidak memaksakan pandangan agama kami pada orang lain,” katanya. Islam, katanya, menyuruh umatnya memuliakan tamu. “Kami hanya mencoba menjadi tuan rumah yang baik, sesuai ajaran agama kami.” [republika]